Sugeng Rawuh Dateng Blog KIM Kelurahan Kandangan

WARGA RAMAI-RAMAI GERUDUG GEDUNG PANDANSARI


Kandangan_Sedekah Bumi adalah suatu kegiatan upacara adat di daerah pedesaan, yang berupa prosesi seserahan hasil pertanian dari masyarakat kepada alam, upacara ini biasanya ditandai dengan pesta rakyat dan hiburan yang dilaksanakan di balai desa atau di lahan pertanian, serta tempat-tempat yang dianggap sakral oleh warga. upacara seperti ini sudah berlangsung turun termurun dari para pendahulu kita, dan sudah berkembang di Nusantara, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

Pada akhir bulan oktober tahun 2022, warga RW.01 Kel.Kandangan Kec.Benowo melaksanakan serangkaian kegiatan Sedekah Bumi yang dilaksanakan mulai hari jum’at – minggu (28 - 30 oktober 2022), adapun kegiatan tersebut meliputi sebagai berikut :

  v  Jum’at, 28 oktober 2022 :

  • Pengajian dan Sholawat, yang diisi oleh Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan Jatim, dengan diiringi oleh Musik Gamelan Pandansari.

  v  Sabtu, 29 oktober 2022 :

  • Wayang Kulit, yang dimainkan oleh dalang Ki Panjul Kasranto, dengan iringan Campursari / Karawitan Punjul Laras.

  v  Minggu, 30 oktober 2022 :

  • Santunan anak Yatim Piatu dan Ritual Gunungan atau Tumpengan Rukun Warga 01.
  • Ludruk dan Campursari RRI, dengan MC Cak Pendik.

Dari beberapa serangkaian kegiatan tersebut diatas semua dilaksanakan di Gedung Pandasari, dan seluruh warga sangat senang sekali dengan hiburan yang ada, karena selama beberapa tahun belakangan warga tidak bisa melaksanakan bermacam kegiatan karena pandemi covid-19.

ketua rw.01 memberikan hadiah kepada penari remo

Minggu, 30 oktober 2022 merupakan puncak acara kegiatan Sedekah Bumi bagi warga Kel.Kandangan khususnya Rukun Warga 01 yang di pimpin oleh Abah Timbul sekaligus sesepuh warga Kel.Kandangan, “disela-sela acara tersebut abah Timbul berharap kepada seluruh pemuda sebagai generasi penerus bangsa, jangan sampai tradisi atau uri-uri budaya luntur tergerus oleh kemajuan zaman, dan para pemuda harus bisa melestarikan peninggalan sejarah para leluhur”.

lurah kandangan bersama ketua rw.01 & staf
mendampingi anggota dprd kota surabaya melihat gunungan 

Dalam gelaran acara hari minggu, 30 oktober 2022 tersebut dihadiri para undangan diantaranya :

  • Anggota DPRD Kota Surabaya.
  • Bapak Camat Benowo (Dr. DENNY CHRISTUPEL TUPAMAHU, AP, S.H, SE.M.Si, M.H, M.Psi)
  • Lurah Kandangan (Mualim, SE).
  • Kapolsek Benowo (Enny Prihatin R, S.Sos., M.Hum).
  • Danramil Benowo (Agung Setyo Budi, ST).
  • LPMK Kel.Kandangan.
  • Selurh Ketua RT Wilayah RW.01.
  • Kader PKK Wilayah RW.01.

Setelah acara ritual gunungan atau tumpeng dilaksanakan, semua gunungan diperebutkan oleh warga yang hadir dan dilanjutkan dengan hiburan kesenian kuda lumping. Semoga acara seperti tersebut diatas bisa membawa manfaat bagi warga sekitar khususnya pelaku UMKM warga Kel.Kandangan Kec.Benowo….salam informasi @kimkandangansejahtera.



MEN SANA IN CORPORE SANO


Klakahrejo_ Jika kita ingin sehat maka kita harus raji-rajin berolahraga khususnya bagi generasi muda, yang mana generasi muda adalah merupakan masa depan bangsa.

Klakahrejo-Kel. Kandangan eks Kampung Esek-esek atau Lokalisasi terdapat banyak tanah aset Pemkot Surabaya yang belum semuanya dipergunakan, dan salah satu tanah aset Pemkot Surabaya yang terletak di Wilayah RT. 03, RW.09 Kel. Kandangan beberapa bulan lalau telah dikerjakan pembangunan Lapangan Bulutangkis/badminton, dan alhamdulillah lapangan tersebut telah selesai dibangun dan tinggal menunggu penyerahan kepada warga untuk segera bisa dipergunakan semestinya.

Sebelum lapangan tersebut diserahkan ada terdapat beberapa yang perlu dikoreksi dalam tahap pembangunannya diantaranya :

  1. Lapangan Bulutangkis umumnya tertutup agar angin tidak banyak yang masuk dan tidak mengganggu lajunya suttlecock.
  2. Lapangan Bulutangkis biasanya atapnya tinggi agar suttlecock tidak mudah tersangkut ketika pemain bermain umpan lambung.
Namun setelah kami infokan melalui pesan WA kondisi bangunan lapangan tesebut kepada Bapak Lurah Kandangan (Mualim, S.E), beliau langsung meneruskan info terkait koreksi ke dinas terkait, dan akan ditindak lanjuti koreksi tersebut diatas.

Semoga lapangan tersebut bisa bermanfaat bagi warga sekitar, khususnya warga Klakahrejo Kel. Kandangan...@kimkandangan

WARGA RAMAI-RAMAI MEMBONGKAR RUMAH IBU ARI

 


Klakahrejo_Gotong-royong merupakan adat atau kebiasaan Bangsa Indonesia yang mempunyai banyak manfaat, sedangkan gotong-royong juga terkandung dalam Pancasila pada sila ke-3 dan ke-5.

Pada hari minggu yang cerah, 11 September 2022, bertempat di wilayah RT.4/RW.09 Kel.Kandangan warga bersama-sama bergotong-royong untuk membongkar rumah Ibu Ari yang rencananya pada hari senin, 12 September 2022 akan dilaksanakan perbaikan rumahnya melalui program Pemkot Surabaya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

kondisi rumah setelah dibongkar

Ibu Ari merasa sangat bersyukur, karena sudah lama sekali menunggu program Rutilahu ini bisa terealisasi, sudah hampir 1 (satu) tahun rumah Ibu Ari di survey dari Dinas terkait dan alhamdulillah pada bulan September 2022 program Rutilahu bisa terealisasi, semoga perbaikan rumah Ibu Ari melalui Rutilahu bisa berjalan lancar dan tepat waktu….@kimkandangan

KAMPUNG SENI KLAKAHREJO EKS LOKALISASI

Klakahrejo_Seni atau kesenian merupakan suatu keahlian seseorang dalam bidang membuat karya yang sangat bermutu, dan tidak semua orang bisa untuk membuat karya  seni seperti yang kita harapkan, terlebih seperti membuat lukisan, patung dll, seni sendiri memiliki beberapa jenis antara lain : 

  1. Seni Rupa
  2. Seni Grafis
  3. Seni Lukis
  4. Seni Pertunjukkan.

Masih diseputaran Wilayah Surabaya Barat, Kecamatan Benowo - Kelurahan Kandangan, tepatnya di desa Klakahrejo RW.09, dimana Klakahrejo dulu merupakan suatu perkampungan yang sangat ramai dan penuh hiburan, Klakahrejo dahulu mempunyai sebutan kampung esek-esek Moroseneng, kenapa Klakahrejo disebut dengan nama kampung esek-esek? Karena Klakahrejo dulu merupakan daerah lokalisasi prostitusi seperti halnya dengan Dolly dan Tambak Asri (kermil), dahulu sebelum lokalisasi di tutup oleh Pemerintah Kota Surabaya di era Pimpinan Ibu Tri Rismaharini, Klakahrejo tidak pernah sepi dari hiburan dan perekonomian warga sangatlah lancar dan bisa dibilang tidak pernah kekurangan, karena untuk  mencari pundi-pundi rupiah sangatlah mudah, dari menjual makanan ringan keliling untuk tambul orang-orang yang sedang minum-minuman keras, menyemir sepatu, mengamen dll.

klakahrejo tempo dulu

Dahulu di Klakahrejo group kesenian musik banyak sekali, dari kesenian musik dangdut sampai musik gamelan semua ada, walaupun perekonomian warga waktu itu tidak mengalami kendala, namun untuk segi Pendidikan bagi anak sangatlah tidak bagus, terutama buat anak-anak yang usianya masih sangat muda, karena tiap hari anak-anak disuguhkan dengan pemandangan atau tontonan yang seharusnya tontonan tersebut untuk kalangan orang dewasa, contoh seperti orang yang lagi meminum-minuman keras, banyaknya perempuan-perempuan yang memakai baju sangat minim, dan masih banyak lagi perbuatan maksiat lainya.

lampu hias layang-layang karya seni warga kampung seni

Seiring dengan berjalannya waktu, kurang lebih tahun 2013 Pemerintah Kota Surabaya resmi menutup Lokasisasi Klakahrejo dan melarang segala kegiatan prostitusi dan rumah karaoke, praktis hal tersebut membuat sebagian warga Klakahrejo merasa syok terutama bagi warga yang menggantungkan hidupnya hanya mengandalkan berdagang dan menjadi mucikari, karena secara tidak langsung akan berimbas terhadap perekonomian mereka, walaupun Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan kopensasi kepada warga yang terdampak langsung oleh penutupan lokasi tersebut, diawal-awal penutupan lokalisai banyak sekali pertentangan dari warga terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya hingga menebar teror yang intinya tidak setuju jika lokalisasi Klakahrejo ditutup, walaupun banyak pertentangan dan banyak teror dari sebagian warga, namun Pemerintah Kota Surabaya tetap saja menutup lokalisasi Klakahrejo.

lurah kandangan kaos hitam, harapan warga kampung seni klakahrejo

Setelah penutupan lokalisasi Klakahrejo terlaksana, warga yang terimbas dampak dari penutupan lokalisasi tersebut harus mulai bangkit kembali dengan keahlian atau kemampuan yang dimilikinya, baik ilmu yang sudah didapatkan dari Pemerintah Kota Surabaya ataupun ilmu yang didapat secara mandiri/otodidak, dan untuk menghapus citra jelek dimasa lampau yaitu julukan Kampung esek-esek, maka pengurus kampung Klakahrejo bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Kelurahan dan Kecamatan membuat nama untuk Klakahrejo RW.09 menjadi Kampung Seni, yang mana didalam Kampung Klakahrejo terdapat beberapa kegiatan warga, yang mana kegiatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, adapun beberapa kegiatan unggulan yang ada di Kampung Seni Klakahrejo RW. 09 sebagai berikut :

  1. Sanggar Musik Angklung
  2. Sanggar Tari Rumah Ilmu
  3. Sanggar Lukis Rumah Ilmu
  4. Rumah Belajar (Rumah Ilmu)
  5. Rumah Layang-layang
  6. Seni Kuda Kepang
  7. UMKM Manik-manik
  8. UMKM Batik Moroseneng
    sanggar tari rumah ilmu dan umkm manik-manik

Sebelum pandemi Covid-19 datang melanda, semua kegiatan yang ada di Kampung Seni Klakahrejo berjalan lancar, dan sebagian anak-anak muda sudah mulai meninggalkan kebiasaan buruk dimasa lalunya namun karena adanya pandemi dan kebijakan pemerintah, akhirnya beberapa kegiatan Sanggar Tari, Lukis, Rumah Belajar, dan Musik Angklung sempat terhenti (fakum), dan kini setelah pandemi sudah mulai berangsur-angsur menghilang, warga berupaya untuk bangkit lagi dan sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya melalui Kelurahan untuk segera memanfaatkan lahan-lahan eks lokalisasi yang sudah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk kegiatan warga supaya roda perekonomian Kampung Seni Klakahrejo bisa bangkit lagi, dan kepada Bapak Mualim, S.E selaku Lurah Kandangan harapan itu kami sandarkan, semoga semua bisa lekas terlaksana...salam informasi@kimkandangansejahtera


ADA APA DI KAMPUNG MACO

Kandangan_Istilah Maco merupakan suatu gambaran atau sebutan bagi anak laki-laki/anak cowok yang mempunyai fisik sempurna dan tampan, serta bertanggung jawab. Namun di wilayah Surabaya Barat tepatnya di desa Tengger RT.02/RW.6 Kelurahan Kandangan, Kec.Benowo ada suatu kampung yang mana kampung tersebut mempunyai sebutan dengan Kampung Maco, dan ternyata di dalam Kampung Maco tersebut tidak seperti apa yang kita bayangkan, dimana dalam bayangan kita setidaknya dalam Kampung Maco terdapat banyak anak laki-laki/anak cowok di dalamnya, namun yang banyak terlihat dalam Kampung Maco adalah pohon mangga, dimana hampir di setiap rumah pasti ada pohon mangganya.

Menurut Abah Rudi, sebutan Ketua RT.02/RW.06 Kelurahan Kandangan menceritakan, kenapa kampungnya diberikan nama atau sebutan dengan Kampung Maco?, sebutan Kampung Maco merupakan kepanjangan dari Mangga dan Cocodama, sesuai dengan sebutannya Kampung Maco, warga RT.02 khususnya ibu-ibu kader memanfaatkan banyaknya pohon mangga yang sedang berbuah dalam kampungnya untuk diolah dan di manfaatkan serta di jadikan bahan olahan kue atau makanan ringan yang selanjutnya di jual melalui UKM yang ada didalam Kampung Maco, adapun macam-macam olahan dari hasil panen pohon manga Kampung Maco sebagai berikut : 

  • Puding Mangga
  • Dodol Mangga
  • Cake Mangga
  • Selai Mangga
  • Jus Mangga
  • Sirup Mangga
  • Permen Daun Mangga
  • Kripik Kulit Mangga

bapak & ibu ketua rt.02/rw.06 kel. kandangan

Sedangkan untuk Cocodama adalah suatu kegiatan menanam tumbuhan untuk membuat tanaman hias dengan media tanam bola, atau bisa juga disebut dengan bola lumut, untuk membuat tanaman dengan sistem cocodama sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan media yang banyak, metode bertanam ini sudah lama di kenal di Negeri Sakura (Jepang), hasil dari kerajinan ini sangat bagus untuk hiasan dalam rumah tangga, dan sangat pantas untuk diletakkan diatas meja dan biasannya ditaruh diatas piring, dari hasil kegiatan menanam dengan metode Cocodama bisa dijual per tanaman Rp. 20.000, selain dijual tanaman tersebut bagus juga digunakan sebagai cindera mata, seperti yang dilakukan oleh PKK Kelurahan Kandangan ketika mendapat kunjungan dari PKK Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 5 Oktober 2019 dalam rangka Study Banding, jenis-jenis tanaman yang bagus digunakan untuk tanaman hias Cocodama adalah :
  • Tanaman Pakis
  • Tanaman Sirih Gading
  • Tanaman Janda Bolong, dll

tanaman hias cocodama buatan warga kampung maco

Selain kegiatan tersebut diatas, warga RT.02/RW.06 Kelurahan Kandangan yang di pimpin oleh Abah Rudi juga mempunyai kegiatan untuk memilah sampah (sampah organik dan non organik) yang selanjutnya akan di kumpulkan di bank sampah, sedangkan untuk sampah basah yang didapat dari sisa-sisa makanan akan dimasukkan kedalam drum plastik yang sudah dimodifikasi, dan setelah beberapa hari sampah basah dimasukkan kedalam drum, selanjutnya airnya diambil untuk dijadikan pupuk, dengan tambahan beberapa bahan yang mudah didapat (gula merah) selain dijadikan pupuk air limbah tersebut juga bisa diolah untuk dijadikan minyak pijat ketika capek-capek, untuk membersihkan kerak kamar mandi, mengatasi WC yang mampet dll.

Kegiatan pengolahan limbah tersebut disiapkan ibu-ibu kader Kampung Maco dalam rangka untuk mengikuti Lomba Program Kampung Iklim (Proklim), yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun ini (2022), dengan adanya kegiatan bank sampah dan Lomba Proklim Kampung Maco semakin tambah bersih, karena semua limbah rumah tangga tidak ada yang terbuang sia-sia, semua limbah di manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan bisa menghasilkan rupiah, serta meningkatkan ekonomi dan UKM warga sekitar RT.02/RW.06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo....salam informasi@kimkandangansejahtera.













LURAH KANDANGAN BESERTA STAFF GERUDUK SDN KLAKAHREJO

 

Klakahrejo_Semakin sempitnya lahan didaerah perkotaan dan susahnya air untuk bercocok tanam, khususnya dipinggiran kota Surabaya tidak akan menyurutkan semangat bagi orang-orang yang hobinya berkebun atau bercocok tanam sayur-mayur dan buah-buahan.

Kali ini para Siswa-siswi dan para Pengajar SDN Klakahrejo berkolaborasi melakukan kegiatan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik, yang mana sistem ini sudah banyak digunakan oleh sebagian masyarakat perkotaan, karena sistem ini memanfaatkan lahan seadanya dan tidak membutuhkan tempat yang luas, apalagi sumber air yang sangat banyak/malimpah.

Terbukti pada hari jum’at, 5 Agustus 2022 pukul 08.10 wib, dicuaca yang terik Siswa-siswi, para Pengajar/guru serta Dra. Trini Mudjiani  selaku Kepala Sekolah SDN Klakahrejo, dan didampingi Bapak Lurah Kandangan Mualim, S.E beserta staff dan juga Ketua Komite SDN Klakahrejo bersama-sama memanen sayuran sawi berjenis Samhong/sawi keriting yang telah ditanam dengan sistem hidroponik.

lurah kandangan memanin sawi samhong

Dalam acara panen bersama tersebut, terlihat wajah para Siswa-siswi sangat antusias dalam memanen sawi jenis Samhong  tersebut, dan dalam sela-sela acara panen bersama dengan bapak Lurah, ibu Kepala Sekolah menjelaskan kepada para peserta yang mengikuti acara panen tersebut bahwa “sawi yang baru dipanen bisa langsung dimakan sebagai lalapan walau tanpa harus direbus dahulu” dan tanpa menunggu waktu yang lama bapak Lurah langsung memakan sawi yang barusan dipetiknya, dan ternyata rasanya memang enak pungkasnya.

siswa sdn klakahrejo belajar memanen sawi samhong

Dalam acara panen bersama tersebut salah satu pengajar/guru yang bertugas untuk mengurusi tanaman hidroponik menjelaskan bahwa proses menanam sawi jenis Samhong tidaklah rumit, dari waktu penyemaian bibit hingga waktu panen tiba hanya membutuhkan waktu 1 (satu) bulan, dan harga benihnya pun sangatlah murah dan ramah dikantong, serta perawatannya sangat mudah, untuk hasil panen kali ini diberikan kepada para Siswa-siswi dan para pengajar atau staff SDN Klakahrejo, serta wali murid.

Dengan berakhirnya kegiatan panen bersama tersebut, dapat kita simpulkan bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan bagi kita untuk melakukan kegiatan bercocok tanam dengan hasil yang begitu memuaskan khususnya didaerah perkotaan……salam informasi @kimkandangansejahtera

    

Terima Kasih Atas Kunjungannya di Blog Kandangan Sejahtera